BI Luncurkan LPI 2025, Kalteng Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

Foto: Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko, berfoto bersama. 

Palangka Raya, Hatantiringnews.com – Bank Indonesia merilis Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 sebagai bentuk transparansi kebijakan sekaligus penguatan akuntabilitas dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Peluncuran tersebut mengusung tema “Tangguh, Mandiri, dan Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa laporan ini menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. “Peluncuran LPI 2025 adalah perwujudan transparansi kebijakan serta upaya menjaga kredibilitas dan akuntabilitas Bank Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga pesan utama dalam laporan tersebut, yakni Optimisme, Komitmen, dan Sinergi, yang menjadi landasan dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional akan meningkat di kisaran 4,7 hingga 5,55 persen.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko menyampaikan bahwa meskipun ekonomi global pada 2026 masih menghadapi tantangan, perekonomian nasional tetap menunjukkan ketahanan.

“Namun demikian, perekonomian nasional diprakirakan tetap tumbuh kuat, didukung kebijakan fiskal dan moneter yang pro-growth,” ujarnya saat membacakan sambutan Gubernur dalam kegiatan di Aula Betang Hapakat, Palangka Raya, Rabu (28/1/2025).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang bagi Kalimantan Tengah untuk terus memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Kalteng diproyeksikan meningkat dengan dukungan sektor industri pengolahan dan pertanian, terutama melalui percepatan hilirisasi dan peningkatan investasi.

Selain itu, inflasi daerah diperkirakan tetap terkendali di kisaran 2,5 persen, sejalan dengan target nasional. Di sisi lain, transaksi ekonomi digital di Kalteng juga terus mengalami peningkatan seiring berkembangnya sistem pembayaran yang semakin aman dan efisien.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Kalimantan Tengah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah. “Diperlukan kolaborasi yang kuat agar setiap program pembangunan berjalan selaras, efektif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendorong penguatan hilirisasi pada sektor unggulan seperti pertambangan, pertanian, dan industri pengolahan, serta membuka peluang investasi di bidang pengolahan batu bara dan kelapa sawit beserta turunannya.

Selain itu, penguatan sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi modern, termasuk program cetak sawah 2025–2026, menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan.

“Dengan sinergi yang kuat, Kalimantan Tengah diharapkan mampu tumbuh lebih tinggi, berdaya tahan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” tutupnya. (red) 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama