Panen Raya Demplot Padi di Pulang Pisau Perkuat Ketahanan Pangan di Kalteng

Foto: Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo laksanakan panen padi menggunakan Combine Harvester di Lahan OPLA, di Pulang Pisau. (MMC Kalteng)


Pulang Pisau, Hatantiringnews.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui dukungan terhadap program optimalisasi lahan yang diwujudkan dalam kegiatan panen raya demplot padi di Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan Brigade Pangan dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran Kalimantan Tengah sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, yang hadir mewakili gubernur, menyampaikan bahwa pembangunan sektor pertanian, termasuk peternakan dan perikanan, menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam mewujudkan kemandirian pangan.

“Pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama, karena kemajuan pertanian merupakan kunci mewujudkan swasembada pangan yang juga menjadi prioritas nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, setiap kabupaten dan kota didorong untuk memiliki cadangan pangan pemerintah daerah dengan terus meningkatkan produksi, serta menjaga lahan baku sawah agar tidak dialihfungsikan di luar kepentingan ketahanan pangan.

Menurutnya, berbagai program telah dijalankan untuk mendukung hal tersebut, di antaranya cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan yang terus dikembangkan sebagai langkah menuju lumbung pangan nasional.

Selain pengembangan padi, pemerintah juga memberikan perhatian pada komoditas jagung sebagai bahan baku pakan ternak, termasuk menyiapkan hilirisasi melalui pembangunan pabrik pakan guna meningkatkan nilai tambah bagi petani.

“Kepercayaan pemerintah pusat terhadap program lumbung pangan di Kalteng harus dijawab dengan kerja keras dan sinergi semua pihak,” katanya.

Pemerintah provinsi juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui pendidikan vokasi gratis untuk mencetak sumber daya manusia pertanian yang terampil dan siap terjun ke lapangan.

“Lulusan vokasi diharapkan menjadi motor penggerak dalam mempercepat adopsi teknologi serta menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan,” tambahnya.

Kegiatan panen raya tersebut turut melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta perangkat daerah terkait, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan sektor pertanian di Kalimantan Tengah. (red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama