Pemprov Kalteng Susun RKPD 2027 dengan Pendekatan Realistis dan Terukur

Foto: Suasana Forum Lintas Perangkat Daerah RKPD 2027 dan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Kalteng 2026.

Palangka Raya, Hatantiringnews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Forum Lintas Perangkat Daerah RKPD 2027 dan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) 2026 yang digelar di Aula Bapperida Kalteng, Senin (2/3/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Plt Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung yang mewakili Gubernur Agustiar Sabran, dengan diikuti perangkat daerah serta pemangku kepentingan terkait.

Dalam arahannya, Leonard menekankan pentingnya penyusunan RKPD yang realistis di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, baik di tingkat nasional maupun global.

“Target pembangunan harus disusun secara rasional dan terukur, tidak terlalu ambisius, serta mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah dan kondisi transfer ke daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penyusunan RKPD 2027 tetap mengacu pada dokumen RPJMD, namun perlu disertai penyesuaian kebijakan yang adaptif terhadap berbagai kemungkinan perubahan.

Menurutnya, harmonisasi dengan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) menjadi kunci untuk menjaga kualitas dan konsistensi pelayanan publik di daerah.

Selain itu, Leonard juga menegaskan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.

“Sinkronisasi ini penting agar kebijakan yang diambil selaras dan saling mendukung antara pemerintah provinsi dan daerah,” katanya.

Ia menambahkan, arah pembangunan Kalimantan Tengah tahun 2027 akan diselaraskan dengan tema RKP nasional, yakni akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri, serta fokus daerah pada peningkatan aktivitas ekonomi dan tata kelola pemerintahan.

Berdasarkan data makro, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada 2025 mencapai 4,8 persen, dengan tingkat kemiskinan 4,95 persen dan pengangguran terbuka 3,44 persen.

Sementara itu, pada 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,4 persen, tingkat kemiskinan turun menjadi 4,5 persen, serta pengangguran terbuka menurun menjadi 3,3 persen.

“Ini masih proyeksi awal, sehingga perlu masukan dari seluruh pihak agar target yang ditetapkan benar-benar realistis dan dapat dicapai,” ucap Leonard.

Ia juga menyampaikan bahwa proses verifikasi usulan masyarakat melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah masih berlangsung, dengan ribuan usulan telah dibahas secara teknis.

Di akhir kegiatan, Leonard mengajak seluruh peserta forum untuk aktif memberikan masukan guna menyempurnakan rencana kerja perangkat daerah.

“Kita harus membangun dengan semangat kolaborasi agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama