![]() |
| Foto: Ketua dan jajaran pengurus Paguyuban Saiyo Sakato Palangka Raya, berfoto bersama usai mengikuti pelantikan. (Istimewa) |
Palangka Raya, Hatantiringnews.com – Paguyuban Saiyo Sakato Palangka Raya kembali dipimpin Andri Nur untuk masa bakti 2026-2029. Pelantikan pengurus baru berlangsung di Rumah Gadang Saiyo Sakato, Jalan Minang Raya, Adonis Samad, Palangka Raya, Minggu (10/05/2026).
Dalam struktur kepengurusan terbaru, Andri Nur didampingi Harry Mahardika sebagai Wakil Ketua dan Adam Ali sebagai Sekretaris. Sejumlah posisi pengurus turut mengalami penyegaran karena adanya perpindahan domisili dan kesibukan pekerjaan dari pengurus sebelumnya.
Pada periode kedua kepemimpinannya, Andri menegaskan fokus utama organisasi tidak hanya menjaga kekompakan warga Minang di perantauan, tetapi juga memperkuat pengenalan budaya Minangkabau kepada generasi muda yang lahir dan tumbuh di Palangka Raya.
“Anak-anak kami banyak yang lahir dan besar di Kalimantan Tengah. Karena itu, penting bagi kami untuk terus mengenalkan adat dan budaya Minangkabau agar mereka tidak kehilangan akar budaya,” katanya.
Ia menjelaskan, Saiyo Sakato kini membawa semangat keterbukaan dengan mengedepankan konsep keluarga besar paguyuban Minang. Menurutnya, keberagaman dalam keluarga warga Minang menjadi kekuatan yang harus dirangkul bersama.
“Kami tidak membatasi hanya untuk orang Minang asli. Banyak keluarga kami yang berasal dari suku Dayak, Banjar, Jawa, maupun Melayu. Semua adalah bagian dari keluarga besar Saiyo Sakato,” ujarnya.
Selain memperkuat program internal, paguyuban juga menargetkan peningkatan kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai organisasi kemasyarakatan di Palangka Raya.
Andri menilai kolaborasi lintas suku menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Kami ingin terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan antar suku adalah kekuatan untuk membangun Palangka Raya yang lebih maju dan harmonis,” tandasnya. (Redaksi)
