Masuki Tahun Pertama, BEMKA SIap Perluas Peran Pemuda Hadapi Persoalan di Kalteng

Foto: Ketua Bangkit Pemuda Kalimantan Tengah (BEMKA), Ahmad Prianto Rifansyah (kanan) bersama Bendahara, Antonius Sepriyono.

Palangka Raya, Hatantiringnews.com — Memasuki usia satu tahun, Bangkit Pemuda Kalimantan Tengah (BEMKA) menegaskan komitmennya untuk memperluas peran pemuda dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ketua BEMKA, Ahmad Prianto Rifansyah, didampingi Bendahara Antonius Sepriyono, mengatakan keberadaan organisasi tersebut sejak awal diarahkan untuk membuka ruang bagi pemuda agar dapat terlibat langsung dalam berbagai persoalan sosial di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, keterlibatan pemuda tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan berskala besar. Aksi sederhana yang menyentuh kebutuhan masyarakat juga merupakan bentuk nyata kepedulian pemuda.

"Bagi BEMKA, keterlibatan tersebut tidak harus selalu dimulai dari langkah besar. Kepedulian bisa hadir melalui aksi sederhana yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," ujarnya, Senin (21/9/2026).

Salah satu bentuk keterlibatan tersebut dilakukan BEMKA melalui pembagian masker kepada masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Ahmad mengatakan aksi tersebut menjadi bagian dari upaya BEMKA merespons dampak persoalan lingkungan yang turut memengaruhi kesehatan dan aktivitas masyarakat. Menurutnya, karhutla tidak hanya berkaitan dengan lahan yang terbakar, tetapi juga berdampak terhadap kehidupan masyarakat secara lebih luas.

Selain persoalan lingkungan, BEMKA juga mendorong pemuda untuk mengambil peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Peran tersebut dapat dimulai dari lingkungan masing-masing melalui komunikasi antarwarga, mencegah potensi konflik serta membangun kehidupan sosial yang kondusif.

Di tengah perkembangan media sosial, pemuda juga dinilai memiliki tanggung jawab untuk lebih kritis terhadap informasi yang diterima. Informasi yang belum terverifikasi, hoaks dan provokasi dinilai dapat memperkeruh kondisi apabila langsung disebarluaskan.

Karena itu, literasi digital menjadi salah satu bagian yang dinilai penting dalam membangun peran pemuda. Pemuda diharapkan tidak hanya aktif menggunakan media sosial, tetapi juga mampu memilah informasi sebelum menyebarkannya kepada masyarakat.

Terkait karhutla, BEMKA mendorong keterlibatan masyarakat melalui langkah yang aman dan terkoordinasi. Pemuda dapat membantu melaporkan titik api, menyebarkan informasi yang benar, memberikan edukasi, membantu kebutuhan logistik serta memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang terdampak asap.

Sementara untuk kegiatan pemadaman, menurut BEMKA, masyarakat tetap perlu berkoordinasi dengan petugas dan pihak yang memiliki kemampuan serta perlengkapan sesuai kondisi kebakaran.

Memasuki tahun kedua, BEMKA berencana memperluas ruang kolaborasi antara pemuda, masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan dan berbagai pihak lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membahas sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah.

Tiga isu yang menjadi perhatian BEMKA meliputi penguatan partisipasi pemuda dalam Kamtibmas, pencegahan karhutla berbasis masyarakat serta peningkatan edukasi mengenai lingkungan dan kesehatan.

Ahmad menegaskan usia satu tahun bagi BEMKA bukan sekadar momentum perayaan, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk menentukan arah organisasi ke depan.

Menurutnya, semangat kepemudaan perlu diwujudkan melalui kepedulian dan keterlibatan nyata terhadap persoalan yang ada di tengah masyarakat.

Memasuki tahun kedua, BEMKA ingin memastikan semangat "Bangkit Pemuda" tidak berhenti sebagai identitas organisasi, tetapi diwujudkan melalui kegiatan dan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Tengah. (red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama