![]() |
| Foto: Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Disdagperin Kalteng, Maskur, saat melakukan pengecekan salah satu barang komoditas. (Istimewa) |
Palangka Raya, Hatantiringnews.com – Perlindungan konsumen di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kini memasuki fase pengawasan yang lebih mendalam dan terintegrasi. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng tidak lagi berpuas diri hanya dengan pemeriksaan label, melainkan mengadopsi strategi komprehensif yang memadukan pengawasan lapangan ketat dengan peningkatan literasi publik.
Tujuan akhir dari strategi ini, menurut Disdagperin, adalah untuk secara efektif memitigasi risiko peredaran produk yang tidak aman di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Disdagperin Kalteng, Maskur, menjelaskan bahwa perluasan fokus pengawasan ini didasarkan pada kerentanan produk yang sering digunakan sehari-hari. Pengawasan difokuskan pada produk yang wajib SNI dan memiliki potensi bahaya tinggi, meliputi mainan anak-anak, helm, peralatan listrik, hingga komponen penting seperti regulator dan selang gas.
Maskur menggarisbawahi urgensi pemantauan berkala karena Standar Nasional Indonesia (SNI) memiliki masa berlaku yang harus diperiksa dan dipastikan keterbaruannya.
Implementasi strategi ini mencakup langkah taktis, yaitu uji sampel di laboratorium luar daerah. "Dari temuan tersebut ada beberapa kita kirim ke Jawa untuk dilakukan uji sampel," kata Maskur (3/12/2025).
Hasil uji sampel ini akan menjadi dasar kuat untuk tindakan korektif dan penegakan hukum. Selain itu, Disdagperin sangat proaktif dalam mengedukasi masyarakat.
Maskur secara khusus mendorong konsumen untuk lebih teliti dalam membeli barang, terutama masa berlaku SNI, bahkan memberikan petunjuk teknis dengan menyarankan masyarakat untuk mengecek status SNI secara mandiri melalui situs resmi Badan Standardisasi Nasional, bsn.go.id.
Dengan kolaborasi antara pengawasan pemerintah yang ketat dan partisipasi aktif konsumen yang teredukasi, Disdagperin Kalteng optimis dapat meningkatkan level perlindungan konsumen secara signifikan dan mendorong standar kualitas pasar yang lebih tinggi di seluruh wilayah Kalteng. (red)
