![]() |
| Foto: Kepala BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti. |
Palangka Raya, Hatantiringnews.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat terjadinya inflasi bulanan pada Desember 2025 yang dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan serta meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang akhir tahun.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi bulanan, terutama akibat kenaikan harga cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, beras, serta beberapa komoditas perikanan,” ujar Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, secara month-to-month inflasi Kalimantan Tengah tercatat sebesar 1,04 persen, seiring meningkatnya Indeks Harga Konsumen dari 108,85 pada November menjadi 109,98 pada Desember 2025.
Menurut Agnes, tekanan inflasi juga terlihat secara tahunan dan kumulatif sejak awal tahun, yang sama-sama tercatat sebesar 3,13 persen, dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi kontributor terbesar.
“Selain pangan, beberapa komoditas lain seperti emas perhiasan dan produk tembakau juga memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap inflasi tahunan di Kalimantan Tengah,” ucapnya.
Ia menambahkan, seluruh kabupaten dan kota yang menjadi wilayah pemantauan IHK di Kalimantan Tengah mengalami inflasi baik secara bulanan maupun tahunan pada Desember 2025, dengan cabai rawit dan emas perhiasan menjadi komoditas dominan.
Agnes menilai, meningkatnya permintaan pada momen Natal dan Tahun Baru, berkurangnya pasokan dari daerah sekitar akibat kegiatan keagamaan, serta faktor cuaca dengan curah hujan tinggi turut memengaruhi pergerakan harga sejumlah komoditas selama Desember lalu. (red)
