![]() |
| Foto: Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, saat menyerahkan Bahan Pokok secara simbolis. (MMC Kalteng) |
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar
Sabran, dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, Agustiar menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap
memprioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat
meskipun saat ini tengah menghadapi penyesuaian anggaran.
“Program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi
perhatian utama pemerintah,” ujarnya.
Ia menyampaikan, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya konkret
pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap dapat
memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga yang lebih ringan
dibandingkan harga pasar.
Selain membantu masyarakat, kegiatan tersebut juga dinilai penting dalam
menjaga kestabilan pasokan pangan dan mengendalikan inflasi daerah. Pemerintah
berharap harga bahan pokok tetap terkendali di tengah meningkatnya kebutuhan
masyarakat.
Gubernur juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam mendukung
pembangunan daerah dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae
Victoria Aden, menjelaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah melibatkan
sejumlah perangkat daerah bersama Perum BULOG, ID FOOD, pelaku usaha pangan,
dan UMKM lokal.
Berbagai kebutuhan pokok dijual dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras
premium, beras SPHP, gula, minyak goreng, telur ayam, bawang merah, bawang
putih, hingga produk sayur, buah, dan ikan segar. Seluruh komoditas diberikan
subsidi harga sekitar 30 persen di bawah harga pasar.
Menurut Linae, sasaran penerima manfaat kegiatan mencapai lebih dari 5.600
orang yang terdiri dari ASN golongan rendah, PPPK, tenaga outsourcing, serta
masyarakat ekonomi kecil di wilayah Kalimantan Tengah.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan daya beli
masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika harga
pangan nasional. (red)
