Central Kalimantan Art Summit Ditutup Lewat Pertunjukan Lapan Lapin, Jadi Ruang Pengembangan Talenta Seni Kalteng

Foto: Foto bersama peserta Central Kalimantan Art Summit dalam malam penutupan yang dilaksanakan di UPT Taman Budaya Kalteng, Jumat (24/7/2026). 

Palangka Raya, Hatantiringnews.com — Pertunjukan tari bertajuk Lapan Lapin menjadi penutup rangkaian Central Kalimantan Art Summit yang digelar di UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Jalan Temanggung Tilung XIII, Palangka Raya, Jumat (24/7/2026). 

Kegiatan tersebut sekaligus menandai berakhirnya sejumlah agenda seni yang berlangsung sejak pertengahan Juli dengan dukungan Dana Abadi Kebudayaan, Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) Indonesiana, serta Manajemen Talenta Nasional Kementerian Kebudayaan.

Kepala UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Wildae D. Binti, mengatakan pertunjukan Lapan Lapin merupakan performance penutup dari rangkaian Central Kalimantan Art Summit yang sebelumnya diawali dengan Kemah Tari sejak 15 Juli, dilanjutkan Kota Waringan Art Fest, serta Pentas Karya Central Kalimantan Choreographers Meeting (CKCM) 2026.

"Ini merupakan momen yang membanggakan karena kegiatan ini mendapat dukungan Dana Abadi Kebudayaan, FBK Indonesiana, dan Manajemen Talenta Nasional dari Kementerian Kebudayaan Indonesia," ujarnya.

Ia menjelaskan para pelaku seni di Kalimantan Tengah masih memiliki peluang untuk memperoleh fasilitasi pendanaan kebudayaan dengan mengajukan proposal sesuai persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Seperti yang telah disampaikan pihak Kementerian Kebudayaan, para pelaku seni di Kalimantan Tengah dipersilakan mengajukan permohonan untuk mendapatkan fasilitasi dana kebudayaan dengan memenuhi persyaratan yang berlaku," katanya.

Pada malam penutupan tersebut juga diserahkan sertifikat kepada fotografer serta piagam penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kepada sepuluh koreografer yang berasal dari delapan provinsi dan delapan koreografer terpilih dalam CKCM 2026.

Wildae berharap melalui CKCM 2026 akan lahir lebih banyak talenta seni yang terdokumentasi dalam Manajemen Talenta Nasional sehingga mampu memperkuat ekosistem seni pertunjukan di Kalimantan Tengah.

"Sebagaimana tujuan Manajemen Talenta Nasional, kami ingin membangun data talenta-talenta seni terbaik yang dimiliki Kalimantan Tengah," tuturnya.
Foto: Suasana pertunjukkan Lapan Lapin di UPT Taman Budaya Kalteng, Jumat (24/7/2026) malam. 
Sementara itu, Direktur CKCM 2026, Abib Habibi Igal, menjelaskan malam penutupan tersebut merupakan bagian dari Central Kalimantan Art Summit yang menghadirkan tiga agenda utama, yakni Kota Waringin Art Fest, Central Kalimantan Photographer Meeting yang bekerja sama dengan UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Bakti Budaya Djarum Foundation, Igal Performance Lab, serta Yayasan Seni Tari Indonesia.

Menurutnya, pertunjukan Lapan Lapin merupakan karya baru hasil riset yang memperoleh dukungan Dana Indonesiana melalui skema Penciptaan Karya Kreatif Inovatif.

"Lapan Lapin merupakan hasil riset kami di Kabupaten Sukamara. Kami bersama komposer Niriadi melakukan perjalanan untuk meneliti kesenian Jepen di Desa Padang dan bertemu dengan maestro Pak Sarwani serta Pak Misrani. Pertunjukan ini menjadi refleksi dari kesenian tersebut agar tetap relevan dengan kehidupan masa kini," jelasnya.

Ia menambahkan, Lapan Lapin mengangkat tema kerinduan sebagai bahasa universal manusia yang diwujudkan melalui pertunjukan berdurasi sekitar 45 menit.

"Lapan Lapin adalah bahasa kerinduan. Seluruh pertunjukan kami bangun dengan membawa rasa rindu masing-masing karena kesenian Dambus dan Jepen yang kami temukan di Sukamara sejatinya berbicara tentang kerinduan setiap manusia," ungkapnya.

Untuk penyelenggaraan CKCM 2027, Abib mengatakan pihaknya akan melakukan berbagai evaluasi guna menghadirkan program yang semakin relevan bagi perkembangan seni tari di Kalimantan Tengah.

"Kami akan terus melakukan evaluasi. Setelah dua tahun berjalan, kami mulai menemukan kebutuhan ekosistem seni tari di Kalimantan Tengah. Kami berharap dukungan pemerintah, swasta, dan komunitas terus berlanjut agar pada 2027 kami dapat menghadirkan program yang lebih baik dan mampu menjawab berbagai tantangan dunia seni tari di Kalimantan Tengah," pungkasnya. (red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama