18 Terobosan Pendidikan Kalteng Perkuat Digitalisasi hingga Pemerataan Akses Belajar

Palangka Raya, Hatantiringnews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengembangkan berbagai inovasi untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui Dinas Pendidikan Kalteng, sedikitnya 18 program terobosan disiapkan untuk menjawab tantangan pembelajaran, memperkuat kompetensi tenaga pendidik, serta menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan teknologi.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.

“Semua ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memajukan dunia pendidikan. Kita terus berinovasi agar anak-anak Kalteng mampu bersaing di level nasional maupun global, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Huma Betang,” tegas Reza, Minggu (16/8/2026).

Pengembangan program pendidikan tersebut berlangsung sejak Reza mulai menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas kepala dinas pada 14 Desember 2023 hingga dilantik sebagai kepala dinas definitif pada 26 Mei 2026. Berbagai kebijakan diarahkan untuk mengatasi persoalan akses pendidikan, keterbatasan infrastruktur, serta kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran.

Pada sektor digitalisasi, Disdik Kalteng mengembangkan PENA Kalteng sebagai platform untuk mendukung pemantauan dan pelaporan program pendidikan, termasuk BOSDA dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemanfaatan TV Interaktif, internet Starlink, dan panel surya juga menjadi bagian dari upaya mendukung pembelajaran, terutama di wilayah dengan keterbatasan sarana dan jaringan internet.

Dukungan tersebut diperluas melalui Kelas Digital Huma Betang yang menyediakan fasilitas pembelajaran daring, mulai dari absensi, modul, hingga evaluasi. Sementara itu, kemampuan guru ditingkatkan melalui pelatihan berbasis Learning Management System (LMS) Huma Betang Training System.

Selain transformasi digital, pemerataan kesempatan belajar menjadi perhatian melalui program Sekolah Gratis dan Kuliah Gratis yang sebelumnya dikenal melalui Beasiswa TABE Berkah. Visi Satu Rumah Satu Sarjana juga dikembangkan untuk memperluas kesempatan masyarakat mengakses pendidikan tinggi, disertai rencana pembangunan 5.000 Rumah Berkah untuk Guru guna mendukung kesejahteraan tenaga pendidik.

Disdik Kalteng turut memperkuat pengembangan potensi siswa melalui Asesmen Minat dan Bakat (AMB), PKDS Berkah, pembelajaran bahasa asing secara virtual, serta Try Out UTBK gratis. Penguasaan bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), termasuk coding dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), juga menjadi bagian dari penyesuaian pendidikan terhadap kebutuhan masa depan.

Di sisi lain, program BERSINERGI atau Berkah Siswa untuk Negeri diarahkan untuk membuka peluang pemasaran digital bagi karya peserta didik. Fasilitasi pendidikan ke luar negeri serta persiapan seleksi TNI, Polri, dan sekolah kedinasan turut dikembangkan agar siswa memiliki pilihan lebih luas dalam melanjutkan pendidikan dan menentukan karier.

Penguatan tata kelola dilakukan melalui penerapan Whistleblowing System (WBS), yakni kanal pengaduan digital yang memberikan ruang bagi warga sekolah dan masyarakat untuk menyampaikan laporan terkait persoalan pendidikan secara aman dan rahasia. Kehadiran sistem ini diharapkan mendukung pengawasan yang lebih terbuka dan responsif.

Rangkaian kebijakan tersebut turut mengantarkan Pemprov Kalteng meraih penghargaan Outstanding Initiative for Expanding Higher Education Access dalam ajang CNN Indonesia Awards 2025 di Jakarta pada 31 Oktober 2025. Pemerintah provinsi juga memperoleh penghargaan kategori pendidikan dalam National Governance Awards 2026 yang diselenggarakan Metro TV pada 24 April 2026.

Reza menegaskan, perubahan di sektor pendidikan tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas tenaga pendidik dan perluasan kesempatan belajar bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi maupun geografis.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Pemprov Kalteng berharap pembangunan pendidikan dapat berjalan lebih merata dan adaptif terhadap perubahan zaman. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta tetap menjunjung nilai-nilai Huma Betang. (Rif) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama