![]() |
| Foto: Sesi tanya jawab Orientasi Akademik Pascasarjana UPR 2026. (Media Disdik Kalteng) |
Palangka Raya, Hatantiringnews.com – Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran mulai dirasakan langsung oleh tenaga pendidik di Kalimantan Tengah. Ibrahim, mahasiswa Pascasarjana Universitas Palangka Raya (UPR) yang juga mengajar di SMAN 2 Sampit, menilai kehadiran TV Interaktif membantu guru menyampaikan materi secara lebih mudah dan nyaman.
Pengalaman tersebut disampaikan Ibrahim dalam sesi tanya jawab Orientasi Akademik Pascasarjana UPR, Sabtu (15/8/2026).
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan yang mendistribusikan TV Interaktif ke SMA, SMK, dan SKH di wilayah setempat.
Menurut Ibrahim, fasilitas tersebut memberikan manfaat nyata dalam kegiatan belajar mengajar. Selain memudahkan penyampaian materi, penggunaan teknologi juga mendorong guru untuk semakin terbiasa mengembangkan metode pembelajaran berbasis digital.
“Disdik sudah mendistribusikan TV Interaktif di semua SMA/SMK/SKH, ini luar biasa dan dampaknya luar biasa. Saya sendiri mengajar lebih mudah, lebih nyaman, dan terbantu dengan teknologi serta termotivasi untuk melanjutkan pendidikan,” ungkap Ibrahim.
Apresiasi itu disampaikan setelah Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo memaparkan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendukung pemerataan akses pendidikan. Melalui fasilitas digital, proses pembelajaran diharapkan semakin adaptif dan dapat menjangkau kebutuhan sekolah, baik di perkotaan maupun wilayah pedalaman dan perbatasan.
Bagi Ibrahim, penggunaan TV Interaktif juga menjadi pengalaman yang mendorong dirinya untuk terus meningkatkan kompetensi sebagai tenaga pendidik. Ia menilai perkembangan teknologi pendidikan perlu diimbangi dengan kemauan guru untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan kualifikasi akademik.
Dalam kesempatan yang sama, Ibrahim turut menanyakan peluang beasiswa bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Ia menyampaikan bahwa sejumlah guru di SMAN 2 Sampit sedang menempuh pendidikan lanjutan, bahkan ada yang telah menyelesaikan pendidikan doktoral.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Reza Prabowo menjelaskan bahwa Pemprov Kalteng telah menyiapkan program beasiswa bagi guru SLB/SKH. Namun, keterbatasan anggaran dan banyaknya pendaftar membuat pemberian bantuan pendidikan dilakukan melalui seleksi kompetitif untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran.
Reza menegaskan, transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat teknologi. Peningkatan kapasitas guru, keterampilan mengajar, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
Pengalaman Ibrahim menunjukkan bahwa pemanfaatan fasilitas digital dapat memberikan manfaat langsung bagi guru di sekolah. Dengan dukungan teknologi yang disertai peningkatan kompetensi tenaga pendidik, proses pembelajaran di Kalimantan Tengah diharapkan semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan yang terus berkembang. (Rif)
