![]() |
| Foto: Suasana pembukaan Musda XI Partai Golkar Kalteng. (Istimewa) |
Palangka Raya, Hatantiringnews.com — Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kalimantan Tengah resmi dibuka Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, di Swiss-Belhotel Palangka Raya, Sabtu (29/11/2025).
Acara yang dihadiri para kader dari berbagai daerah ini mengangkat semangat penguatan organisasi melalui tema Golkar Solid, Indonesia Maju, Kalimantan Tengah Sejahtera. Ketua DPD Partai Golkar Kalteng, H. M. Ruslan, menyampaikan bahwa Musda XI sempat tertunda beberapa bulan akibat dinamika internal partai.
Dalam pandangannya, pelaksanaan Musda menjadi ruang evaluasi sekaligus penataan kembali arah konsolidasi kepartaian di tingkat provinsi. Ia menekankan bahwa regenerasi merupakan bagian dari proses yang harus dijalankan secara berkesinambungan.
“Setelah masa tugas saya berakhir, saya berharap kepemimpinan berikutnya dapat bekerja lebih optimal, melanjutkan perjuangan, dan menjaga soliditas organisasi secara konsisten,” ucapnya.
Dalam sambutannya, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Musda menjadi forum penting untuk merumuskan langkah strategis, baik dalam evaluasi kinerja maupun penyusunan program lanjutan. Ia menilai kepengurusan sebelumnya telah memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan Golkar di Kalteng.
“Kepemimpinan Pak Ruslan telah membawa energi positif bagi Golkar Kalteng, dan seluruh jajaran pengurus berperan penting menjaga kekuatan partai di berbagai tingkatan,” ujar Bahlil.
Ia juga meminta jajaran terpilih agar segera menuntaskan konsolidasi internal hingga ke tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi. Menurutnya, kerja terukur sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan politik yang semakin kompleks.
“Ketua terpilih harus mempercepat pembenahan struktur, meningkatkan kaderisasi, dan memperkuat basis keanggotaan karena tanpa itu langkah politik akan semakin berat,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bahlil turut menargetkan peningkatan jumlah kursi Partai Golkar di parlemen, termasuk di DPR RI. Ia menekankan perlunya kerja kolektif yang solid dan terencana.
“Harapan kita sederhana, jumlah kursi harus bertambah. Baik itu naik satu, dua, atau lebih besar lagi, yang penting ada peningkatan sebagai bukti kerja politik yang efektif,” tuturnya. (red)
