![]() | |
| Foto: Suasana konferensi berita resmi statistik yang dilaksanakan oleh BPS Provinsi Kalteng. (BPS Kalteng) |
Palangka Raya, Hatantiringnews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-year) sebesar 4,32 persen pada Juli 2026. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sejak Januari hingga Juli 2026 mencapai 2,63 persen.
Kepala BPS Provinsi Kalteng, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan perkembangan inflasi tahunan tersebut mencerminkan kenaikan harga sejumlah komoditas dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Inflasi year-on-year Kalimantan Tengah pada Juli 2026 tercatat sebesar 4,32 persen, sedangkan inflasi tahun kalender sampai Juli mencapai 2,63 persen," kata Toto dalam konferensi berita resmi statistik di Kantor BPS Provinsi Kalteng, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, tingkat inflasi tahunan di setiap daerah di Kalimantan Tengah menunjukkan variasi. Kabupaten Kapuas menjadi wilayah dengan inflasi tahunan tertinggi, sedangkan Sampit mencatat angka terendah.
"Inflasi year-on-year tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 4,78 persen dengan Indeks Harga Konsumen 114,36. Sementara yang terendah terjadi di Sampit sebesar 3,58 persen dengan IHK 111,66," ujarnya.
Selain mencatat inflasi tahunan, BPS juga melaporkan inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) Kalimantan Tengah pada Juli 2026 sebesar 0,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,87.
Menurut Toto, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi bulanan dengan andil 0,12 persen. Kelompok transportasi berada di posisi kedua dengan andil 0,05 persen.
"Dari 300 komoditas yang dipantau, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap pembentukan inflasi di Kalimantan Tengah," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyebut daging ayam ras menjadi komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada Juli 2026, disusul bensin, beras, terong, serta pembasmi nyamuk bakar.
Sementara itu, sejumlah komoditas turut menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga. Beberapa di antaranya adalah bawang merah, ikan gabus, emas perhiasan, telur ayam ras, dan angkutan udara. (red)
