![]() |
| Foto: Suasana Kaji tiru Pemkab Barito Utara ke Pemkab Bantul, DIY. (Diskominfosandi Barut) |
Bantul, Hatantiringnews.com — Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik melalui kegiatan kaji tiru ke daerah lain. Salah satunya dengan mempelajari berbagai kebijakan dan program strategis yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Bantul.
Dalam sambutan tertulis Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, yang dibacakan Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, disampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pembelajaran dan kolaborasi antardaerah.
“Adapun maksud dan tujuan dari pelaksanaan kaji tiru ini adalah kami ingin memperoleh wawasan, pengetahuan, pengalaman, serta pembelajaran secara langsung mengenai berbagai kebijakan, strategi, inovasi, dan langkah-langkah implementasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul,” ujar Felix, Kamis (6/8/2026).
Shalahuddin menegaskan, hasil kaji tiru tidak akan diterapkan dengan cara menyalin seluruh kebijakan yang ada di Bantul. Setiap pengalaman dan inovasi yang diperoleh akan disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, serta kemampuan riil Kabupaten Barito Utara.
Menurutnya, pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Pemkab Barito Utara dalam merumuskan kebijakan, menyempurnakan tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta melahirkan inovasi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Barito Utara turut mempelajari komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul dalam menghadapi berbagai tantangan daerah. Salah satu yang menjadi perhatian yakni strategi pengelolaan sampah yang dilakukan secara komprehensif, baik pada tingkat regional maupun sektoral.
Melalui kegiatan tersebut, kedua pemerintah daerah berharap hubungan kerja sama dan silaturahmi antardaerah dapat semakin erat. Kolaborasi tersebut diharapkan turut mendukung percepatan pembangunan yang berkelanjutan.
Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, kemudian memaparkan profil wilayah serta sejumlah program strategis yang dijalankan pemerintah daerah setempat.
“Kabupaten Bantul memiliki luas wilayah kurang lebih 506 km² dengan jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa. Secara struktur pemerintahan, wilayah ini terdiri atas 17 Kapanewon, 75 Kalurahan, dan 933 Pedukuhan, dengan mayoritas mata pencaharian masyarakatnya sebagai petani serta berbatasan langsung dengan Samudra Hindia di sebelah selatan,” terangnya.
Ia melanjutkan, Pemkab Bantul bersama Kementerian Agama juga menjalankan program edukasi pranikah sebagai salah satu upaya menekan angka perceraian sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
“Berdasarkan evaluasi, perceraian di tengah masyarakat kerap dipicu oleh masalah ekonomi, keuangan, serta kurangnya pemahaman orang tua atau keluarga terhadap esensi pernikahan. Melalui program pembekalan selama kurang lebih 3 bulan yang sebelumnya telah menjangkau 74 pasangan calon pengantin ini, pemerintah berupaya membangun kesiapan mental, finansial, dan keharmonisan keluarga sejak dini,” jelasnya. (red)
