![]() |
| Foto: Suasana pemantauan stok dan harga bahan pangan di Kalteng. (Istimewa) |
Palangka Raya, Hatantiringnews.com – Pemprov Kalimantan Tengah memastikan kesiapan pasokan pangan jelang Nataru melalui kegiatan pemantauan harga di sejumlah titik strategis. Staf Ahli Gubernur, Yuas Elko, memimpin langsung pemantauan didampingi Forkopimda dan OPD terkait.
Tim menemukan kenaikan harga cabai hingga Rp110.000 per kilogram, naik dari kisaran sebelumnya Rp60.000–80.000. Kenaikan tersebut disebabkan distribusi dari luar daerah yang terhambat.
Dalam kesempatan itu, Yuas menyampaikan bahwa stok beras Bulog di Kalteng mencapai 15.135 ton dan mencukupi kebutuhan hingga enam bulan. "Tambahan stok sebanyak 12.000 ton akan masuk pada Januari. Pemerintah juga memperkuat kerja sama distribusi dengan pelaku usaha," ucap Yuas.
Pengawasan harga LPG 3 kg turut menjadi perhatian. Pemprov meminta pangkalan menjual sesuai harga ketentuan dan meningkatkan pengawasan di lapangan. Selain itu, pasar penyeimbang dan operasi pasar rutin terus dilakukan untuk menekan gejolak harga.
Bulog memastikan penyaluran beras mencapai 1.000 ton per bulan dan penyerapan gabah akan dilanjutkan Maret mendatang, termasuk dari petani lokal. (red)
